Sabtu (13/04), Juventus baru saja menelan kekalahan dari SPAL 2-1. Satu gol Juventus tercipta dari pemain muda mereka yaitu Moise Kean.

Berkat gol yang di cetak oleh Kean, saat ini ia menjadi pemain termuda yang mencetak gol dalam empat pertandingan di Serie A secara berturut-turut. Kean berhasil melampaui rekor Mario Balotelli.

Kean memang sering dibandingkan dengan Balotelli yang menyarangkan gol dalam tiga pertandingan beruntun di tahun 2009. Pemain yang saat ini berusia 19 tahun tersebut pun memperpanjang performanya dengan mencetak gol pembuka saat Juventus melawan SPAL.

Kean mencatatkan namanya di papan skor tepat di menit ke-30. Ia melakukannya dengan membelokkan tendangan Joao Cancelo.

Jika Juventus menelan kekalahan dari SPAL, mereka akan menjadi juara Serie A kedelapan secara berturut-turut. Itu memecahkan rekor liga untuk juara tercepat.

Munculnya Kean mampu membantu langkah Juventus menuju garis finis. Terlebih setelah Cristiano Ronaldo harus absen belakangan ini karena di landa cedera.

Kapten Portugal ini diistirahatkan saat melawan SPAL, namun seperti saat bermain melawan AC Milan minggu sebelumnya, Kean mampu tampil apik.

Kean sempat menjadi sasaran aksi rasisme para fans Cagliari saat Juvetnus menang 2-0 dalam laga lanjutan Serie A. Sayangnya, bek Juvetnus Leonardo Bonucci justru malah menyalahkan sang pemain.

Kean ini juga menembus timnas Italia di tahun ini. Ia mencetak gol di babak kualifikasi EURO 2020 secara berturut-turut selama jeda Internasional bulan Maret lalu.